Kasus tindak kekerasan dialami Eko Ritayanti (47), dan Feny Sucianti (21). Ibu dan anak itu menjadi korban penganiayaan sepasang suami istri, Andreas (35) dan Fen Fen (32). Kedua pelaku merupakan tetangga korban dan tinggal di Tanggulmas Barat Gang 11 nomor 464 Panggung Lor, Semarang Utara.
Kepada sejumlah wartawan di Polrestabes Semarang, keduanya mengaku menjadi sasaran pemukulan kedua pelaku. Bahkan dalam aksi tersebut, korban hampir d1tel4nj4ng1 dan hanya mengenakan pakaian d4l4m.
Penganiayaan terjadi dirumah korban di Jalan Tanggulmas Barat Gang 11 Tanahmas, Panggung Lor, Semarang Utara. "Kami dipukul menggunakan tangan. Saya mengalami luka memar pada bibir dan dahi. Sementara anak saya luka pada bibir, pipi kiri dan badan sakit," kata korban Eko Ritayanti (47) menjelaskan, usai melaporkan peristiwa itu ke Polrestabes Semarang.
Penganiayaan bermula, saat korban Eko Ritayanti memarahi anaknya, Feny Suciati (21) dan cucunya Sisca (3). Dalam kondisi emosi, Eko Ritayanti mengaku membanting pintu rumah dan masuk ke dalam rumah. Dengan marah, Andreas menarik baju korban Eko Ritayanti dan memukulnya. "Sepertinya salah paham, saat itu ibu marah ke kami. Seketika, dia menghentikan sepeda motornya, dan marah - marah. Dengan cepat dia menarik dan memukul," tambah Feny.
Upaya perlawanan tak mampu dilakukan Ritayanti. "Baju ibu ditarik sampai robek. Dengan kondisi hanya memakai p4ka14n d4l4m, pelaku menarik ibu saya keluar dan memukulinya. Saya berusaha membantu ibu melerai, tapi ikut dihajar. Selang beberapa saat, istri pelaku (Fen - Fen) juga datang ke rumah. Bersama - sama, mereka ikut memukuli kami, kata Feny.
Kasus penganiayaan tersebut terjadi di depan anak Feny, Sisca (3) atau yang juga cucu Eko Ritayanti. Sejumlah warga sekitar yang mengetahui peristiwa itu langsung datang ke rumah korban, dan segera menghentikan aksi tersebut. Akibat pemukulan, kedua korban menderita memar pada wajah dan sekujur tubuhnya. Selain memukul, pelaku Andreas juga mengancam akan membunuh. Atas tindakan kekerasan tersebut, hingga kemarin, polisi masih menyelidiki kasusnya.
Followers
Blog Archive
-
▼
2012
(125)
-
▼
Maret
(37)
- Demonstran Dan Aparat Sebaiknya Tidak Anarkis
- Mata Pelajaran Pendidikan Anti Korupsi
- Ayah dan Anak Tersambar Petir Di Belakang Rumah
- Pelajar Gantung Diri Karena Tidak Dibuatkan Sarapa...
- Siswi SMP Ikut Pesta Miras
- Tato: Antara Stigma Masyarakat, Seni dan Religi
- Ibu dan Anak Perempuan Dihajar Tetangga Sendiri
- BBM Naik, Sepeda Motor Diburu
- Menu Nasi Goreng Khas Indonesia
- Panjat Genting, PNS Rekam Tetangga Lagi M4nd1
- Siswi SMP Diperkosa Di Sebuah Villa
- Kompor Berbahan Bakar Ketela Pohon (Bioetanol)
- Partai Politik Tak Lagi Menarik?
- Ditemukan Alat Penghemat BBM
- Elpiji 12 Kg Meledak, 2 Tewas & 8 Luka
- Polisi Gerebek Praktek Aborsi
- BBM Naik, Ancaman Terjadi Banyak PHK
- Tertarik Menjadi Model Meski Karirnya Di Dunia Keb...
- Cinta Gelap Eka Indah Jayanti Penuh Misteri
- Belajar Sepakbola Cuma Bayar Rp. 2000
- Anak Berkelamin Ganda, Orang Tuanya Bingung
- Kakek Pemberani Terjun Dari Jembatan
- Sepatu Lokal Kalah Bersaing Dengan Produk China
- Korban Penipuan Guru Cantik Bertambah
- Perempuan Tewas Dicekik Di Kamar Hotel
- Kakek Gagahi Gadis Masih Ting - Ting
- Jebak Tikus, Tewas Kesetrum Sendiri
- Tangani Sampah Dengan Mesin Incinerator
- Pasutri Jadi Korban Perampokan
- Udah Pernah Nyoba Google Maps 3D Belum?
- Hidup Sederhana: "Kenapa Tidak?"
- Belasan Siswa SMPN 4 Cepiring Kesurupan
- Memantau Bumi 'Live' Dari Luar Angkasa Melalui Web...
- Mempelai Pria Minta Uang Kembalian
- Cari Kerja, Imah Tertipu Kenalan Baru
- Puluhan Buruh Rokok Kesurupan
- Pulang Resepsi Sekeluarga Masuk Jurang
-
▼
Maret
(37)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar